RSS
Wecome to my Blog, enjoy reading :)

Selasa, 06 Januari 2015

Laporan Tentang Alga

LAPORAN PRAKTIKUM TAKSONOMI 1
“ALGA MAKROSKOPIS”
“Laporan ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah praktikum taksonomi 1”
Dosen pengampu :
Ibu Rivanna Citraning Rachmawati,S.Si,M.Pd



Disusun Oleh : kelas 2A kelompok 8
Nama Anggota :
1.      Angghy Widyanti                         (13327010)
2.      Banu Mentaya Julianingtyas         (13327004)
3.      Ilfa Zahrotul Ishthoq                    (13320141)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN IKIP PGRI SEMARANG
201
Judul                         : Alga Makroskopis
Tujuan                       : Untuk mencari atau mengidentifikasi alga makroskopis
Tinjauan Pustaka      :
Algae atau Ganggang merupakan tumbuhan thalus yang mengandung klorofil serta derivitnya, sehingga algae dapat hidup dengan cara autotrof,disamping itu algae juga dapat melakukan simbiosis dengan organisme lain. Tubuh algae ada yang bersel satu, berkoloni maupun bersel banyak. Tempat hidup dari algae biasanya adalah air, baik air tawar maupun air asin dan ditempat-tempat yang basah ataupun lembab.
Sistem klasifikasi algae ada bermacam-macam. Seiring dengan majunya ilmu pengetahuan terutama dalam penelitian fisiologi, biokimia, dan penggunaan mikroskop elektron, maka klasifikasi algae ke dalam divisinya, kini didasarkan pada:
1.    pigmentasi,
2.    hasil fotosintesis,
3.    Flagelasi
4.    sifat fisik dan kimia dinding sel,
5.    ada atau tidak adanya inti sejati.
Atas dasar hal tersebut, Smith membagi algae menjadi Divisi:
1.    Chlorophyta
2.    Euglenophyta
3.    Pyrrophyta
4.    Chrysophyta
5.    Phaeophyta
6.    Rhodophyta
7.    Cyanophyta
8.    Pyrrophyta
9.    Chrysophyta
10.Euglenophyta termasuk Protista (Protista algae)
11.Cyanophyta termasuk Monera.
Kelompok alga terbagi menjadi dua divisi yaitu :
1.    Alga Prokariotik
2.    Alga Eukariotik

a.              Alga Prokariotik
Alga biru-hijau kini dimasukkan sebagai bakteri sehingga dinamakan Cyanobacteria(bakteri biru-hijau,dulu disebut Cyanophyceae) dengan demikian,sebutan “alga’’ menjadi tidak valid, Cyanobacteria memiliki struktur sel prokariotik seperti halnya bakteri, namun mampu melakukan fotosintesis langsung karena memiliki klorofil.Sebelumnya,alga ini bersama bakteri masuk ke dalam kerajaan monera.Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya diketahui bahwa ia lebih banyak memiliki karakteristik bakteri sehingga dimasukkan ke dalam kelompok baltei benar(Eubacteria).Sebagai tambahan, beberapa kelompok organisme yang sebelumnya sebagai bakteri,sekarang malah dipisahkan menjadi kerajaan sendiri ,Archaea.
b.             Alga Eukariotik
Jenis- jenis alga lainnya memiliki struktur sel eukariotik dan mampu berfotosintesis,entah dengan klorofil maupun dengan pigmen-pigmen  lain yang membantu dalam asimilasi energy.

Ganggang merupakan sumberdaya nabati berbagai bahan kebutuhan hidup manusia. Ada yang langsung dimakan sebagai sayuran, misalnya beberapa jenis ganggang hijau, ada yang menghasilkan agar-agar (berbagai jenis ganggang merah), ada yang menghasilkan bahan obat (beberapa jenis ganggang pirang dan ganggang merah), ada pula yang menghasilkan berbagai zat yang berguna, seperti: soda, manit, yodium, dan lain-lain.


Kelompok Alga berdasarkan dominansi pigmennya.
Berdasarkan dominansi pigmennya,alga dapat dibedakan menjadi alga cokelat, alga merah, alga keemasan, diatom, dan alga hijau.

A.     Alga Cokelat (Phaeophyta)
Warna alga cokelat ditimbulkan oleh adanya pigmen cokelat (fukosantin) yang secara dominan menyelubungi warna hijau dari klorofil pada jaringan. Selain fukosantin, alga cokelat juga mengandung pigmen lain seperti klorofil a, klorofil c, violasantin, beta-karoten, dan diadinosantin.
Alga cokelat merupakan alga yang memiliki talus terbesar dibandingkan jenis alga lainnya.Pada kondisi yang sesuai, Macrocystis sp. atau alga cokelat raksasa dapat mencapai panjang 100 meter dan kecepatan tumbuh mencapai 15 cm per hari.Alga cokelat yang sering ditemukan di tepi pantai sedang mengalami fase diploid dari siklus hidupnya.
B. Alga Merah (Rhodophyta)
Alga merah berwarna merah sampai ungu, tetapi ada juga yang lembayung atau kemerah-merahan.Kromatofora berbentuk cakram atau lembaran dan mengandung klorofil a, klorofil b, serta karotenoid. Akan tetapi, warna lain tertutup oleh warna merah fikoeritrin sebagai pigmen utama yang mengadakan fluoresensi. Jenis Rhodophyta tertentu memiliki fikosianin yang memberi warna biru.
C. Alga Keemasan (Chrysophyta)
Chrysophyta diambil dari kata Yunani chrysos yang berarti emas.Kelompok alga keemasan memiliki keragaman komposisi pigmen, dinding sel, dan tipe flagela sel. Alga keemasan mengandung klorofil a dan c, karoten, dan santofil.
D. Diatom (Bacillariophyta)
Inti sel dan kloropas diatom berwarna cokelat keemasan, tetapi ada juga yang berwarna hijau kekuningan atau cokelat tua.Sebagian besar diatom bersifat uni-seluler, walaupun ada juga yang berkoloni.
E. Alga Hijau (Chlorophyta)
Alga hijau memiliki pigmen, hasil metabolisme, dan struktur dinding sel yang mirip dengan tumbuhan darat.Berdasarkan data molekuler saat ini, banyak ilmuwan yang memasukkan kelompok ini dalam kingdom Plantae.



CIRI-CIRI UMUM  ALGA MAKROSKOPIS
1)      Tubuhnya tersusun dari banyak sel.
2)      Strukturnya tubuhnya berupa thallus yaitu suatu struktur yang belum dapat dibedakan dengan jelas antara akar,batang,daun.
3)      Di dalam sel-sel tubuhnya terdapat pigmen penyerap cahaya yang berupa kloroplas atau kromatofor.
4)      Bersifat Autotrof yang dapat menghasilkan zat organic dan oksigen melalui proses fotosintesis.
5)      Dapat berkembangbiak dengan cara aseksual dan seksual.

REPRODUKSI
Vegetatif: fragmentasi, pembelahan sel, pembentukan hormogonia.
Aseksual: pembentukan mitospora, zoospora, aplanospora, hipnospora, stadium pamela.
Reproduksi aseksual terjadi melalui pembelahan sel menghasilkan dua sel anak yang masing-masing akan menjadi individu baru. Reproduksi dengan cara pembelahan sel umumnya terjadi pada alga bersel tunggal. Alga berbentuk koloni tanpa filamen atau yang berbentuk filamen umumnya bereproduksi melalui fragmentasi.Fragmentasi adalah terpecah-pecahnya koloni menjadi beberapa bagian.
Selain melalui pembelahan sel dan fragmentasi, alga juga dapat bereproduksi melalui pembentukan zoospora.Zoospora merupakan sel tunggal yang diselubungi oleh selaput dan dapat bergerak atau berenang bebas dengan menggunakan satu atau lebih flagela.Setiap zoospora merupakan calon individu baru.
c.                      Seksual: isogami, heterogami yang terdiri dari anisogami dan oogami, aplanogami, autogami.
Reproduksi seksual melibatkan peleburan dua gamet untuk membentuk zigot dan tumbuh menjadi individu baru.Terdapat dua tipe reproduksi seksual, yaitu isogami dan oogami.
Pada tipe isogami, gamet jantan dan gamet betina berukuran sama besar dan umumnya dapat bergerak. Jika zigot hasil peleburan gamet betina dengan jantan mengalami dormansi, maka disebut zigospora.
Pada tipe oogami, ukuran gamet jantan berbeda dengan ukuran gamet betina.Gamet betina atau telur berukuran besar dan tidak bergerak, sedangkan gamet jantan berukuran kecil dan dapat bergerak.Jika zigot yang terbentuk tidak berkecambah tetapi mengalami dormansi, maka disebut oospora.





Alat dan bahan :
·         Awetan Algae
·      Tissue
·         Kertas HVS
·         Kamera           
Cara Kerja :
1.      Menyiapkan semua alat dan bahan yang di butuhkan
2.      Mengambil preparat jenis awetan alga yang sudah ditentukan
3.      Mengamati preparat tersebut dan menggambar jenis awetan tersebut.
4.      Mengklasifikasi alga yang telah di gambar.











Hasil Pengamatan :
NO
GAMBAR
KETERANGAN



1.
ulva sp.jpg
Ulva sp
Divisio : Thallophyta
Class : Chlorophyceae
Ordo : Ulvatrichales
Familia : Ulvaceae
Genus : Ulva
Spesies : Ulva sp




2.
rhodophyta.jpg






                                                                               
Rhodophyta
Divisio: Rhodophycophyta
Class : Rhodophyceae
Ordo : Gigartinales
Familia: Gracilariaceae
Genus : Gracilaria
Spesies :Glacilaria sp




3.
sargassum sp.jpg
Sargasum sp
Kingdom : Plantae
Divisio : Phaeophyta
Class : Phaeophyceae
Ordo : Fucales
Family : Sargassaceae
Genus : Sargassum
Species : Sargassum sp



4.
padina.jpg
Padina pavonica
Division : Thallophyta
Sub Divisio : Algae
Classis : Phacophyceae
Ordo : Dictyotales
Familia : Dictyotaceae
Genus : Padina
Spesies : Padina pavonia




5.
sargasum duplikatikum.jpg
Sargassum Duplicatum
Kingdom : Plantae
Divisi : Phaeophyta
Class : Phaeopyceae
Ordo : Fucales
Family : Sargassaceae
Genus : Sargassum
Spesies : Saragassum duplicatum



6.
turbinaria.jpg
Turbinaria Lamour
Kingdom : Plantae
Divisi : Phaeophyta
Class : Phaeopyceae
Ordo : Fucales
Family : Sargassaceae
Genus : Turbinaria
Spesies : Turbinaria Lamour



7.
ulva lactuca.jpg
Ulva Lactuca
Kingdom : Plantae
Divisi : Chlorophyta
Class : Chlorophyceae
Ordo : Ulvales
Family : Ulvaceae
Genus : Ulva
Spesies : Ulva Lactuca








Pembahasan
Dalam praktikum alga makroskopis jenis awetannya kebanyakan banyak yang rusak dan terpisah antara batang dan daunnya. Sebagian dari awetan tersebut tidak tertuliskan klasifikasinya sehingga kita dapat mencari klasifikasi dari masing-masing alga. Kita menggambar 7 jenis awetan, diantaranya : Ulva lactuca,Sargassum sp,Sargasum Duplicatum,Padina Povanica, Turbinaria lamour,Ulva sp dan Rhodophyta. Berikut klasifikasi dari masing-masing awetan alga makroskopis:
1.       Ulva lactuca
Klasifikasi:
Kingdom  : Plantae
Divisio      : Thallophyta
Classis      :  Chlorophyceae
Ordo         : Ulvales
Familya     : Ulvaceae
Genus       : Ulva
Spesies      : Ulva lactuca
Untuk bisa mengetahui cara mengklasifikasikan kita harus mengetahui ciri-ciri kingdom, classis, ordo dan spesiesnya.
Kingdom plantae mempunyai ciri-ciri. Yaitu Sebagai Berikut:
·                     Sel eukariotik
·                     Sel memiliki dinding sel dari selulosa, vakuola dari kloroplas.
·                     Memiliki Klorofil, dapat berfotosintesis, cara hidupnya Autotrof yaitu fotoautotrof.
·                     Di ekosistem berperan sebagai produsen.
·                     Tidak motil, atau tidak mobile, atau tidak bergerak aktif.
Ciri-ciri chlorophyceae :   
·         Mempunyai kloroplas yang berwarna hijau
·         Mengandung klorofil a dan b serta karotenoid
·         Perkembangbiakannya secara aseksual dengan membentuk zoospora dan seksual dengan anisogami
·         Terdiri atas sel-sel kecil yang merupakan koloni berbentuk benang yang bercabang-cabang
·         Biasanya hidup di air tawar dan tempat-tempat yang basah

Ciri-ciri Ulvates
·         Talus berbentuk lembaran dengan lapisan 1-2 sel
·         Dinding terdiri dari selapis sel
·         Nucleus tunggal dengan kloroplas bentuk cawan
·         Perkembangbiakan secara aseksual dengan membentuk zoospore dan seksual dengan anisogami
·         Suku : Ulvaceae
    Ciri-ciri Ulva Lactuca
1.      Warna talus hijau.
2.      Bentuk talus lembaran seperti daun selladah.
3.      Susunan tubuhnya foliaceaus atau parenkimatis.
4.      Berhabitat di air laut atau payau.
5.      Sifat khusus ulva lactuca, bentukan yang berupa helaian atau lembaran-lembaran tipis dan menghasilkan zat alginat untuk kosmetik.
6.      Cara hidup berkoloni dengan melekat pada substrat dengan bantuan holdfast.
7.      Alga ini merupakan kelompok terbesar dari vegetasi alga.
(Nontiji, 1993)            
Persamaan dari classis chlorophyceae dengan ordo ulvates dan ulva lactuca
·         Perkembangbiakan secara aseksual dengan membentuk zoospore dan seksual dengan anisogami
·         Talus berwarna hijau
·         Hidup di air laut atau payau
Perbedaan dari classis chlorophyceae dengan ordo ulvates dan ulva lactuca
·         Mengandung klorofil a dan b serta karetonoid
·         Mempunyai kloroplas yang berwarna hijau untuk chlorophyta dan ulvates kloroplas berbentuk cawan.
Nama ulva adalah nama marga. Ulva ini termasuk dalam division thallophyta, classis chlorophyceae, ordo ulvales, familya ulvaceae, genus ulva, spesies ulva lactuca. Untuk mengetahui perbedaan jenis yang satu dengan yang lainnya tentu saja harus dilakukan penciriaan dari alga tersebut berdasarkan :
-          Tekstur dan warnan talusnya
-          Bentuk dan susunan sel permukaan
-          Struktur daerah basal
-          Jumlah pirenoid dalam sel vegetative
-          Bentuk kloroplas
-          Perbandingan antara lebar dan panjang sel
-          Morfologi talus
-          Model perkembangbiakan
Dilihat dari bentuk luarnya, ulva ini merupakan tumbuhan bertalus yang berupa helaian/lembaran berwarna hijau cerah, sedikit bertangkai dan melekatkan diri dengan alat pelekat pada benda-benda yang ada di dasar perairan. Susunan selnya terdiri 2 lapis yang berderet memanjang dengan bentuk selnya sama besar serta dinding sel yang menutupi tiap sel ulva. Mempunyai satu inti yang terletak agak pinggir dan sisi pinggir lain terdapat kloroplas. Kloroplas dapat berpindah tempat di dalam sel vegetative tergantung dari arah mana cahaya mengenainya, kloroplas tersebut akan terkumpul. Model perkembangbiakan secara seksual dan aseksual. Perkembangbiakan dengan seksual secara gemetofit. Perkembangbiakan aseksual secara membentuk spora.
Karakteristik                                        
Ulva latuca habitatnya di air laut dan air payau. Warnanya hijau, bentuknya berupa helaian atau lembaran-lembaran tipis. Susunan tubuhnya foliaceaus atau parenkimatis, maksudnya filamen yang pembelahan sel vegetatif terjadi lebih dari satu bidang Ulva lactuca mengahasilkan zat alginat untuk kosmetik. Sifat khusus Ulva latuca, bentuknya yang berupa helaian atau lembaran-lembaran tipis dan mengahasilkan zat alginat untuk kosmetik. 
Ulva sp. sering disebut sebagai selada laut karena thallus dari alga ini berbentuk lembaran yang menyerupa selada. Lembaran daun berwarna hijau karena pengaruh dari kandungan klorofil a dan b. Biasa hidup berkoloni dengan melekat pada substrat dengan bantuan holdfast.
Thallus pada spesies merupakan lembaran utama yang bercabang, berbatasan dengan holdfast yang berfungsi sebagai alat melekat di dasar perairan. Tubuh dari spesies ini memiliki lapisan lilin sehingga apabila tekena panas akan mengkilap. Lapisan tersebut juga berfungsi untuk menghindari hilangnya cairan tubuh saat terkena panas yang terjadi pada waktu surut tiba.
Deskripsi
Ulva sp. (Ganggang Hijau) merupakan salah satu jenis ganggang hijau yang hidup di laut. Termasuk dalam kelas Chlorophyceae karena talusnya berwarna hijau yang mengandung klorofil a dan klorofil b serta karotenoid. Hasil asimilasi berupa tepung dan lemak. Talusnya menyerupai daun selada. terdiri dari dua lapis sel yang membentuk struktus seperti perenkim. Habitatnya adalah di laut dan menempel pada batu karang yang terletak diperairan pantai. Kira-kira 0-10 meter dari tepi pantai.
Termasuk dalam Ordo Ulotrichales karena sel-selnya selalu mempunyai satu inti dan satu kloroplas. Yang masih sederhana membentuk benang yang bercabang atau tidak, sedangkan yang tinggi tingkatannya contohnya saja Ulva sp. (Ganggang Hijau) mempunyai talus yang lebih lebar dan melekat pada suatu alat.

2.     Turbinaria Lamour
Klasifikasi Turbinaria lamour adalah sebagai berikut :
Divisio : Chlorophyta
Class :Phaeophyceae
Ordo : Fucales
Familia: Sargassaceae
Genus : Turbinaria
Spesies : Turbinaria lamour
Turbinaria lamour biasanya ditemukan dalam kelompok kecil yang menempel pada celah-celah batu basalt di daerah gerakan gelombang tinggi serta di celah-celah karang pada saat 20-30 meter. Karakteristik morfologi dari alga ini memungkinkannya untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrim. Talus mampu menahan hidrodinamika energi tinggi dari lingkungan pasang surut.
Bentuknya kerucut, keras, tebal, dengan 2 baris duri kaku disekitar dan tidak teratur berbentuk segitiga. Tersebar di daerah tropis dan subtropis. Tinggi dari 2-20 cm. Tubuh berupa talus,mengandung pigmen coklat atau pirang,dinding sebelah dalam terdiri dari selulosa,sebelah luar terdiri dari pectin dan dibawah pectin terdapat algin, perkembangbiakan vegetatif dengan zoospore, perkembangbiakan generatif dengan isogami, mengalami pergiliran keturunan.

3.     Ulva sp
Klasifikasi Ulva sp  adalah sebagai berikut :
Divisio : Thallophyta
Class : Chlorophyceae
Ordo : Ulvatrichales
Familia : Ulvaceae
Genus : Ulva
Spesies : Ulva sp
Bentuk lembaran, banyak dijumpai dipantai dan di terumbu karang, bersifat autrotrof, terdapat di dasar pantai berbatu/pasir. dan alga ini mudah lepas dari substrat karena ombak.  Mempunyai talus berbentuk lembaran tipis dengan lapisan 1-2 sel,dinding tediri dari selapis sel,nucleus tunggal dengan kloroplas berbentuk cawan, habitat di laut, talus menyerupai daun selada, terdiri atas 2 lapisan selyang berbentuk struktur seperti parenkim,zoospore dengan bulu cambuk,gamet sama besar masing- masing dengan 2 bulu cambuk, perkembangbiakan generatif : isogami dan vegetatif: zoospore. Manfaatnya dapat dipakai sebagai makanan, penghasil O2 dari proses fotosintesis yang diperlukan oleh hewan-hewan air. Terdapat kloroplas, dimana di dalam kloroplas terdapat perenoid yang berfungsi dalam pembentukan amilum. Mengandung zat warba hijau (Klorofil) sehingga berwarna hujai (Chlorophyta). cara hidup dari ganggang ini yaitu dengan melakukan fotosintesis untuk menghasilkan protein dan amilum

4.     Gracilaria sp (Alga Merah)
 Klasifikasi Gracilaria sp adalah sebagai berikut :
Divisio: Rhodophycophyta
Class : Rhodophyceae
Ordo : Gigartinales
Familia: Gracilariaceae
Genus : Gracilaria
Spesies :Glacilaria sp
Alga merah berwarna merah sampai ungu, tetapi ada juga yang lembayung atau kemerah-merahan.Kromatofora berbentuk cakram atau lembaran dan mengandung klorofil a, klorofil b, serta karotenoid. Akan tetapi, warna lain tertutup oleh warna merah fikoeritrin sebagai pigmen utama yang mengadakan fluoresensi. Jenis Rhodophyta tertentu memiliki fikosianin yang memberi warna biru.
a)      Ciri-ciri alga merah
1.      Talus berupa helaian atau berbentuk seperti pohon. Banyak alga merah yang tubuhnya dilapisi kalsium karbonat.
2.      Tidak memiliki flagela.
3.      Dinding sel terdiri dari komponen yang berlapis-lapis. Dinding sel sebelah dalam tersusun dari mikrofibril, sedangkan sisi luar tersusun dari lendir. Komponen kimia mikroribril terutama adalah xilan, sedangkan komponen kimia dinding mikrofibril luarnya adalah manan. Dinding sel alga merah mengandung polisakarida tebal dan lengket yang bernilai komersial.
4.      Alga merah Laurencia sp. memiliki pigmen fotosintetik fikobilin dan memiliki pirenoid yang terletak di dalam kloroplas. Pirenoid berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan atau hasil asimilasi. Hasil asimilasinya adalah sejenis karbohidrat yang disimpan dalam bentuk tepung fluorid, fluoridosid (senyawa gliserin dan galaktosa), dan tetes minyak. Tepung fluorid jika ditambah lodium menunjukkan warna kemerah-merahan.
5.      Bercabang menyerupai garpu
Terdapat nodus
panjang mencapai 10 cm- 1 meter
b)      Cara hidup
Alga merah umumnya bersifat autotrof. Akan tetapi ada pula yang heterotrof, yaitu yang tidak memiliki kromatofora dan biasanya bersifat parasit pada alga lain
c)      Habitat
90% hidup di laut dan 10% di air tawar . Alga merah umumnya hidup di laut yang dalam, lebih dalam daripada tempat hidup alga cokelat.Sepertiga dari 2500 spesies yang telah diketahui, hidup di perairan tawar dan ada juga yang hidup di tanah.Biasanya organisme ini merupakan penyusun terumbu karang laut dalam.
Alga merah berperan penting dalam pembentukan endapan berkapur, baik di lautan maupun di perairan tawar.
d)     Reproduksi
Alga merah dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi seksual terjadi melalui pembentukan dua anteridium pada ujung-ujung cabang talus.Anteridium menghasilkan gamet jantan yang disebut spermatium. Gametangium betina disebut karpogonium yang terdapat pada ujung cabang lain. Karpogonium terdiri dari satu sel panjang.Bagian karpogonium bawah membesar seperti botol, sedangkan bagian atasnya membentuk gada atau benang dan dinamakantrikogen.Inti sel telur terdapat di bagian bawah yang membesar seperti botol. Spermatium mencapai trikogen karena terbawa air (pergerakan secara pasif). Spermatium kemudian melekat pada trikogen.Setelah dinding perlekatan terlarut, seluruh protoplasma spermatium masuk dalam karpogonium.Setelah terjadi pembuahan, terbentuklah sumbat di bagian bawah.karpogonium.Sumbat itu memisahkan karpogonium dan trikogen. Zigot hasil pembuahan akan membentuk benang-benang sporogen. Dalam sel-sel di ujung benang sporogen itu, terbentuk spora yang masing-masing memiliki satu inti dan satu plastida; spora tersebut dinamakan karpospora.Karpospora akhirnya keluar dari sel-sel ujung benang sporogen sebagai protoplasma telanjang berbulu cambuk.Karpospora ini mula-mula berkecambah menjadi protalium yang akhirnya tumbuh menjadi individu baru lengkap dengan alat-alat generatifnya. Reproduksi aseksual terjadi dengan membentuk tetraspora. Tetraspora akan menjadi gametangium jantan dan gametangium betina. Gametangium jantan dan betina akan bersatu membentuk karposporofit. Karposporofit kemudian menghasilkan tetraspora, Contoh anggota-anggota Rhodophyta antara lain: Corrallina, Palmaira, Batrachospermum moniliforme, Gelidium, Gracilaria, Eucheuma, dan Scicania furcellata.
e)      Peranan alga merah dalam kehidupan
Alga merah jenis tertentu dapat menghasilkan agar yang dimanfaatkan antara lain sebagai bahan makanan dan kosmetik, misalnya Eucheuma spinosum. Di beberapa negara, misalnya Jepang, alga merah ditanam sebagai sumber makanan. Selain itu juga dipakai dalam industri agar, yaitu sebagai bahan yang dipakai untuk  mengeraskan/memadatkan media pertumbuhan bakteri. Beberapa alga merah yang dikenal dengan sebutan alga koral menghasilkan kalsium karbonat di dinding selnya.Kalsium karbonat ini sangat kuat dalam mengatasi terjangan ombak.Kelebihan ini menjadikan alga kural memiliki peran penting dalam pembentukan terumbu karang. penyamak kulit, sebagai bahana makanan ikan dan hewan laut.
5.     Padina Pavonica
Division : Thallophyta
Sub Divisio : Algae
Classis : Phacophyceae
Ordo : Dictyotales
Familia : Dictyotaceae
Genus : Padina
Spesies : Padina pavonia
Padina memiliki kromatofora yang berwarna cokelat, hal ini disebabkan karena banyak mengandung pigmen fotosintetik fikosantin, disamping klorofil a. Selnya memiliki flagel dua yang tidak sama panjang, semua divisi Phaeophyta bersifat multiseluler dengan morfologi bervariasi dari filament bercabang, berbentuk seperti batang, padina memiliki permukaan daun licin dan tebal, dan berwarna cokelat muda.     
6.     Sargassum sp   
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Divisi: Thallophyta
Sub divisi: Algae
Classis: Phaeophyceae
Ordo: Fucales
Familia: Fucaceae
Genus: Sargassum
Species: Sargassum sp. 
Sargassum sp. Tumbuhan algae yang tallusnya memiliki percabangan menggarpu. Alat perekatnya berbentuk cakram, memiliki warna coklat karena warna yang dominan muncul adalah zat warna fikosianin yang menutupi zat warna lain. Mempunyai rhizoid dan melekat pada substrat. Substrat merekat pada karang-karang. Ujung-ujung cabang thallusnya agak membesar dan bergerigi, disebut konseptakel, tubuhnya seperti pohon, habitatnya diair laut. Bagian tubuhnya dapat dibedakan menjadi cauloid, filoid, dan rhizoid. Reproduksi secara vegetatif dengan pembentukan tunas, gametofit dengan pembentukan spora yang berasal dari antheridia dan oogonia.


7.     Sargassum Diplucatum
Kingdom : Plantae
Divisi : Phaeophyta
Klas : Phaeophyceae
Ordo : Fucales
Family : Sargassaceae
Genus : Sargassum
Spesies : Sargassum duplicatum
Habitat :
Habitat alga Sargassum tumbuh diperairan pada kedalaman 0,5–10 m, ada arus dan ombak. Pertumbuhan alga ini sebagai makro alga bentik melekat pada substrat dasar perairan. Di daerah tubir tumbuh membentuk rumpun besar, panjang thalli utama mencapai 0,5-3 m dengan untaian cabang thalli terdapat kantong udara (bladder), selalu muncul di permukaan air.
Reproduksi :
a.       Reproduksi vegetatif dilakukan melalui fragmentasi yaitu potongan thallus yang akan berkembang dan tumbuh. Cara ini banyak dilakukan untuk usaha budidaya.
b.      Reproduksi generatif yaitu perkembangan individu melalui organ jantan (antheridia) dan organ betina (oogenia). ). Organ-organ tersebut terjadi dan berada dalam satu lobang yang disebut koseptakel. Antheridia maupun oogonia berada di atas sel tangkai yang tertanam pada dasar konseptakel. Dinding antheridia terdiri dua lapis di sebelah luar (exochite) dan sebelah dalam (endochite). Dinding oogonium terdiri tiga lapis di sebelah luar (exochite), bagian tengah (mesochite) dan bagian dalam (endochite).
Ciri-cirinya:
-           Mempunyai tubuh warna coklat
-           Menyerupai tumbuhan berkosmus
 
-          Melekat pada substrat dengan perantaraan alat pelekat
 
-          Mempunyai biji pada setiap daun
 
-          Pada sumbu aksial dan cabangnya terdapat cabang lateral yang pertumbuhannya terbatas.
Kesimpulan :
·         Alga makroskopis adalah alga yang dapat dilihat tanpa mikroskop dan bentuknya sangat beragam dan warnanya menarik. Semua alga tersebut tidak dapat dibedakan antara batang, daun dan akar tetapi memiliki tallus dan rizhoid.
·         Alga makroskopis pada praktikum ini ada 7 Spesies antara lain Ulva lactuca,Sargassum sp,Sargasum Duplicatum,Padina Povanica, Turbinaria lamour,Ulva sp dan Rhodophyta.
·         Alga makroskopis mempunyai habitat di air baik itu air tawar ataupun air laut namun yang paling dominan adalah di air laut, dan setiap alga makro mempunyai cirri-ciri yang berbeda.
·         Memiliki klorofil yang berfungsi mengubah zat anorganik menjadi zat organic. Merupakan penyusun plankton yang penting di dalam air.











Daftar Pustaka 
Tjitrosoepomo, Gembong. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 2009.
Campbell, Neil A, J.B Reece dan L.G Mitchell. 2003. Biologi Jilid 1. Erlangga. Jakarta.
Ariyanto. 2000. Biologi Umum. Jakarta: Erlangga.







0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2009 Biologibiologi_Ilfa Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Sponsored by: Premium Templates | Premium Themes. Distributed by: blog template