Minggu, 11 Januari 2015
Sistem areproduksi Manusia Kelas IX
Sistem reproduksi pada pria terdiri dari 2 bagian utama yaitu testis yang merupakan tempan pembentukan sperma, dan penis. Pada manusia, kedua organ ini berada di luar perut. Letak testis yang berada di luar perut memungkinkan untuk mengatur suhu sperma, yang membutuhkan suhu tertentu untuk bertahan hidup yaitu sekitar 2-3o C lebih rendah dari suhu tubuh normal yaitu 37o C. Berikut adalah bagian-bagian alat reproduksi pada pria:
- Testis adalah tempat untuk menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan juga hormon kelamin jantan (testosteron). Testis berjumlah sepasang dan berbentuk bulat telur.
- Epididimis adalah saluran yang keluar dari testis. Setiap testis memiliki satu epididimis sehingga jumlahnya sepasang. Di epididimis sperma disimpan hingga matang.
- Vas deferens adalah saluran yang merupakan lanjutan dari epididimis. Fungsinya adalah sebagai penghubung antara epididimis dengan kantong sperma.
- Vesikula seminalis adalah sebuah kantong yang dindingnya menghasilkan getah sebagai makanan untuk sperma.
- Kelenjar cowper adalah kelenjar yang menghasilkan getah berupa lendir dan dialirkan ke uretra.
- Uretra adalah saluran urine dari kandung kemih sampai keluar tubuh melalui penis.
- Penis adalah organ yang berperan dalam proses kopulasi. Kopulasi adalah hubungan antara kelamin pria dan wanita yang bertujuan untuk memindahkan sperma ke dalam rahim wanita.
- Skrotum adalah kantong testis yang berfungsi melindungi testis dan mengatur suhu testis.
Sistem reproduksi pada wanita juga terdiri dari 2 bagian utama yaitu vagina dan uterus. Ovarium menghasilkan ovum betina. Vagina melekat pada rahim melalui leher rahim, sementara rahim melekat pada ovarium melalui tuba falopi. Dalam jangka waktu tertentu, ovarium melepaskan sel telur, yang melewati tuba falopi ke dalam rahim.
Pembuahan ovum dengan sperma terjadi di tuba falopi. Peristiwa pembuahan ini disebut fertilisasi. Sel telur yang telah dibuahi disebut zigot. Zigot bergerak menuju rahim. Dalam perjalanannya menuju rahim, zigot membelah berulang kali membentuk embrio. Selanjutnya, embrio akan menempel pada dinding rahim. Embrio akan tumbuh dan berkembang di dalam rahim membentuk janin. Janin akan keluar sebagai bayi setelah sekitar 9 bulan berada di dalam rahim. Jika sel telur tidak dibuahi, sel telur ini akan keluar bersama dengan meluruhnya dinding rahim. Peristiwa ini disebut menstruasi.
Berikut adalah bagian-bagian alat reproduksi pada wanita:
- Ovarium adalah tempat pembentukan sel telur (ovum). Ovarium berjumlah sepasang dan terdapat di rongga badan.
- Tuba falopi adalah penghubung antara ovarium dan rahim. Jumlahnya juga sepasang. Di sinilah pembuahan sel telur oleh sperma terjadi.
- Rahim adalah tempat janin terbentuk sampai terbentuknya embrio dan kelahiran anak.
- Vagina adalah akhir dari saluran kelamin wanita dan tempat bayi keluar pada saat kelahiran
Fertilisasi dan Perkembangan Embrio
Fertilisasi adalah proses pembuahan. Ovum matang dilepas ovarium dan ditangkap rumbai-rumbai pada corong tuba fallopi. Jika ada sperma masuk, maka ovum dibuahi sperma. Ovum yang sudah dibuahi membentuk zigot, kemudian zigot bergerak menuju rahim. Jika ovum tidak dibuahi sperma, jaringan dalam dinding rahim yang telah menebal dan banyak pembuluh darah akan rusak dan luruh sehingga terjadi menstruasi.
Bersamaan dengan terjadinya pematangan ovum, sel-sel dinding rahim tumbuh menebal dan banyak pembuluh darah sehingga pada saat zigot datang dan menempel tidak terjadi gangguan. Pematangan ovum dan penebalan dinding rahim dipengaruhi hormon esterogen dan progesterone. Di rahim embrio berkembang selama 9 bulan untuk menjadi bayi.
Perkembangan embrio:
1. Usia 4 minggu, sudah tampak pertumbuhan mata dan telinga.
1. Usia 4 minggu, sudah tampak pertumbuhan mata dan telinga.
2. Usia 8 minggu, sudah terbentuk janin yang mirip dengan bayi, mulai tampak tangan, jari tangan, hidung, dan kaki.
3. Usia 10 minggu, panjang janin lebih kurang 6 cm dan sudah terlihat seperti bayi. Ukuran kepalanya lebih besar dari pada ukuran badan.
4. Usia 16 minggu, panjang janin telah mencapai 40 cm dan memilliki organ yang sudah lengkap.
4. Usia 16 minggu, panjang janin telah mencapai 40 cm dan memilliki organ yang sudah lengkap.
5. Usia 40 minggu, janin sudah siap untuk dilahirkan. Selama dalam rahim, embrio mendapatkan nutrisi dari induknya melalui plasenta. Plasenta mempunyai fungsi sebagai berikut.
Menyalurkan zat makanan dari induk ke embrio.
Mengalirkan zat-zat sampah dari embrio ke dalam darah induknya.
Melindungi janin dari berbagai zat racun atau kuman penyakit.
Menyalurkan zat makanan dari induk ke embrio.
Mengalirkan zat-zat sampah dari embrio ke dalam darah induknya.
Melindungi janin dari berbagai zat racun atau kuman penyakit.
Gangguan Sistem Reproduksi pada Manusia
Sistem reproduksi dapat mengalami gangguan atau kelainan. Gangguan ini dapat menyebabkan pasangan usia subur sulit memperoleh keturunan. Oleh karena itu, kamu harus selalu menjaga kesehatan organ-organ reproduksi, sehingga kelak dapat memperoleh keturunan yang sehat. Beberapa gangguan dan penyakit yang berkaitan dengan sistem reproduksi adalah
sebagai berikut.
sebagai berikut.
1. HIV/AIDS
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang kekebalan tubuh. Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah penderita AIDS, jarum suntik yang tercemar, dan ibu hamil kepada anaknya.
Tubuh yang terserang virus HIV kekebalannya rusak, sehingga mudah terinfeksi oleh berbagai jenis penyakit yang dapat menimbulkan kematian. Infeksi HIV awalnya tidak menampakkan gejala sakit. Pada tahap berikutnya muncul gejala flu berulang seperti lesu, demam, berkeringat di malam hari, dan otot sakit.
Tubuh yang terserang virus HIV kekebalannya rusak, sehingga mudah terinfeksi oleh berbagai jenis penyakit yang dapat menimbulkan kematian. Infeksi HIV awalnya tidak menampakkan gejala sakit. Pada tahap berikutnya muncul gejala flu berulang seperti lesu, demam, berkeringat di malam hari, dan otot sakit.
a. Gejala HIV
AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Virus ini akan merusak sistem kekebalan tubuh dengan cara menyerang sel darah putih. Seseorang yang mengidap AIDS tidak dapat melindungi dirinya dari segala macam bibit penyakit. Akibatnya, penderita bisa terserang berbagai penyakit.
Pada awalnya, orang yang terinfeksi HIV tampak seperti orang yang sehat dan tidak memperlihatkan gejala-gejala tertentu. Fase ini dapat terjadi selama 5 – 7 tahun, tergantung dari kekebalan tubuh si penderita.
Pada tahap selanjutnya, akan muncul gejala awal seperti hilangnya selera makan, tubuh terasa lemas, dan badan berkeringat secara berlebihan pada malam hari. Kemudian akan timbul bercak-bercak dikulit, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, mengalami diare terus menerus, serta flu yang tidak sembuh-sembuh. Fase ini berlangsung 6 bulan sampai 2 tahun.
Tahap terakhir atau fase AIDS akan terdiagnosa setelah kekebalan tubuh sudah sangat berkurang. Pada tahap ini biasanya penderita mudah terserang penyakit TBC, pneumonia, herpes, gangguan saraf, dan sebagainya. Kejadian ini berlangsung selama 3-6 bulan. Untuk mengetahui apakah seseorang dinyatakan positif menderita AIDS, harus dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap banyaknya jumlah sel T pada darahnya.
b. Penularan HIV
Sebagian besar orang tertular HIV karena hubungan seksual. Virus HIV dapat menyerang orang pemakai narkoba dan tato yang menggunakan jarum suntik dan semprotan yang telah terkontaminasi oleh virus HIV. Penularan HIV juga bisa melalui transfusi darah. Ibu hamil yang mengidap AIDS dapat menularkan virus HIV pada janinnya.
Penularan HIV sangat cepat sekali, seperti di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh pengguna narkoba semakin banyak, seks bebas, dan perpindahan penduduk yang tinggi. Untuk itulah, kita harus menanggapi dengan serius dan sebisa mungkin mencegah penyebaran virus ini.
c. Pencegahan HIV
Obat penyakit AIDS belum ditemukan sampai saat ini. Satu-satunya jalan supaya terhindar dari penyakit ini adalah meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, AIDS dapat juga dicegah dengan cara sebagai berikut.
1) Menghindari hubungan seks bebas dengan orang yang menderita penyakit ini.
2) Menghindari hubungan seks dengan orang yang pecandu narkoba.
3) Mengadakan pemeriksaan laboratorium terhadap orang yang akan mendonorkan darahnya.
4) Menjamin sterilitas alat suntik dan menggunakannya untuk sekali pakai.
1) Menghindari hubungan seks bebas dengan orang yang menderita penyakit ini.
2) Menghindari hubungan seks dengan orang yang pecandu narkoba.
3) Mengadakan pemeriksaan laboratorium terhadap orang yang akan mendonorkan darahnya.
4) Menjamin sterilitas alat suntik dan menggunakannya untuk sekali pakai.
2. Sifilis
Penyakit sifilis sering disebut raja singa. Sifilis bersifat menular dan disebabkan oleh bakteri Troponema pallidum. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah, dan kehamilan. Gejala awalnya timbul bisul pada bagian penis laki-laki atau di rahim perempuan. Bisul ini
tidak menyebabkan rasa sakit dan dapat sembuh dengan sendirinya. Gejala selanjutnya muncul lesi di permukaan kulit di seluruh tubuh namun tidak menyebabkan gatal, sariawan di mulut, sakit tenggorokan, demam ringan, dan pembengkakan kelenjar limfa pada lipatan tangan, leher, dan paha. Gejala-gejala ini juga dapat hilang dengan sendirinya. Pada infeksi tingkat lanjut, muncul gejala berupa kerusakan tulang dan sendi, aorta, dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Namun gejala-gejala ini dapat dihentikan dengan pengobatan.
tidak menyebabkan rasa sakit dan dapat sembuh dengan sendirinya. Gejala selanjutnya muncul lesi di permukaan kulit di seluruh tubuh namun tidak menyebabkan gatal, sariawan di mulut, sakit tenggorokan, demam ringan, dan pembengkakan kelenjar limfa pada lipatan tangan, leher, dan paha. Gejala-gejala ini juga dapat hilang dengan sendirinya. Pada infeksi tingkat lanjut, muncul gejala berupa kerusakan tulang dan sendi, aorta, dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Namun gejala-gejala ini dapat dihentikan dengan pengobatan.
3. Gonore
Penyakit gonore disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseiria gonokokus dan dapat menular melalui hubungan seksual. Gonore menyerang selaput lendir uretra, leher rahim, dan organ lain. Pada laki-laki, gejalanya adalah terasa sakit saat buang air dan keluar nanah dari uretra. Pada penderita wanita, muncul gejala keluar lendir berwarna hijau dari alat kelamin. Namun banyak perempuan yang tidak menunjukkan adanya gejala, sehingga penyakit akan berlanjut sampai terjadi komplikasi. Infeksi yang menyebar hingga ke testis
(pada laki-laki) dan oviduk (pada wanita) dapat menyebabkan kemandulan. Infeksi yang menyebar ke persendian menyebabkan radang sendi. Bayi yang lahir dari penderita gonore dapat mengalami kebutaan jika tidak segera
mendapatkan pengobatan.
(pada laki-laki) dan oviduk (pada wanita) dapat menyebabkan kemandulan. Infeksi yang menyebar ke persendian menyebabkan radang sendi. Bayi yang lahir dari penderita gonore dapat mengalami kebutaan jika tidak segera
mendapatkan pengobatan.
4. Klamidia (klamidiasis)
Pada laki-laki akan keluarnya nanah dari penis saluran urine. Sehingga mengakibatkan infeksi pada testis.
5. Herpes (dhab)
Luka pada vagina atau penis. Ini sangat membahayakan jantung dan otak, melalui ibu yang ditularkan ke fetusnya.
6. Candidiasis (keputihan)
Gejala yang timbul yaitu luka pada vagina atau penis seperti bercak-bercak yang menyerang pada alat kelamin manusia Infeksi pada dinding vagina, langit -langit, lipatan dekat anus. Melalui proses kelahiran infeksi berasal dari ibu selama kelahiran. Ini dapat diakibatkan karena kebersihan vagina, mulut dan anus tidak terjaga.
Sistem Koordinasi Pada Manusia

Sistem
yang fungsinya itu dapat mengatur dan mengendalikan kerja alat tubuh agar tubuh
dapat bekerja dengan serasi dan sesuai dengan fungsinya dan itu dinamakan
dengan sistem koordinasi. Dalam Sistem koordinasi terdapat sistem saraf dan
hormon dan berikut inilah pengertiannya :
Sistem
Saraf
Sistem saraf itu disusun dari bagian yang paling kecil, yaitu sel saraf (neuron). Kalau Dilihat dari fungsinya, sel saraf itu dapat dibedakan atau dibagi menjadi 4 yaitu :
1. Neuron sensoris yang fungsinya untuk meneruskan rangsang dari penerima (reseptor) ke saraf pusat (otak).
2. Neuron motoris yang berfungsi untuk meneruskan rangsang dari otak menuju ke otot dan kelenjar.
3. Neuron penghubung yang fungsinya itu menghubungkan sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lainnya, dan ternyata neuron penghubung ini kalau kita bisa lihat banyak ditemukan pada otak dan sumsum tulang belakang.
4. Neuron ajustor berfungsi sebagai penghubung antara neuron sensorik dengan motorik di sumsum tulang belakang dan otak.
Sistem saraf itu disusun dari bagian yang paling kecil, yaitu sel saraf (neuron). Kalau Dilihat dari fungsinya, sel saraf itu dapat dibedakan atau dibagi menjadi 4 yaitu :
1. Neuron sensoris yang fungsinya untuk meneruskan rangsang dari penerima (reseptor) ke saraf pusat (otak).
2. Neuron motoris yang berfungsi untuk meneruskan rangsang dari otak menuju ke otot dan kelenjar.
3. Neuron penghubung yang fungsinya itu menghubungkan sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lainnya, dan ternyata neuron penghubung ini kalau kita bisa lihat banyak ditemukan pada otak dan sumsum tulang belakang.
4. Neuron ajustor berfungsi sebagai penghubung antara neuron sensorik dengan motorik di sumsum tulang belakang dan otak.
Berikut
ini adalah bagian-bagian dari sel saraf.
1. Badan sel merupakan bagian yang terbesar dari suatu sel saraf, yang terdiri atas nukleus dan sitoplasma.
2. Dendrit itu seperti serabut sel saraf yang bercabang pendek, serta keluar dari sel.
Kalau Akson kayak serabut sel saraf yang panjang serta berfungsi dalam menghantarkan impuls dari badan sel ke sel saraf lain. Dan pada Umumnya akson itu dibungkus dari selubung yang dinamakan selubung Myelin, daerah akson yang tidak dibungkus dengan selubung Myelin yang disebut Nodus Ranvier.
1. Badan sel merupakan bagian yang terbesar dari suatu sel saraf, yang terdiri atas nukleus dan sitoplasma.
2. Dendrit itu seperti serabut sel saraf yang bercabang pendek, serta keluar dari sel.
Kalau Akson kayak serabut sel saraf yang panjang serta berfungsi dalam menghantarkan impuls dari badan sel ke sel saraf lain. Dan pada Umumnya akson itu dibungkus dari selubung yang dinamakan selubung Myelin, daerah akson yang tidak dibungkus dengan selubung Myelin yang disebut Nodus Ranvier.
A.
Sistem Saraf
1.
Sel Saraf
Sel
saraf atau neuron merupakan unit dasar dari sistem saraf. Berdasarkan
fungsinya, sel saraf dibagi menjadi dua macam, yaitu neuron dan neuroglia.
Neuron berfungsi sebagai pembawa impuls dari organ ke saraf pusat atau
sebaliknya. Sedangkan, neuroglia berperan untuk mendukung neuron melaksanakan
tugasnya dengan baik. Neuron terdiri atas tiga bagian, yaitu: badan sel,
dendrit, dan neurit. Badan sel memiliki sebuah inti dan di dalam
sitoplasmanya terdapat butir-butir Nissl yang mengandung RNA. Butir-butir Nissl ini berfungsi untuk mensintesis protein. Dendrit berfungsi untuk menyampaikan impuls (rangsangan) menuju badan sel. Sedangkan, neurit berfungsi menyampaikan informasi dari badan sel ke sel lainnya. Pertemuan antara neurit dengan dendrit disebut sinapsis. Di dalam neurit terdapat serabut-serabut halus yang disebut neurofibril. Neurofibril diselubungi oleh selaput mielin yang berfungsi melindungi dan memberi makan neurit. Pada tempat tertentu, terdapat penyempitan yang tidak
diselubungi selaput mielin, disebut nodus ranvier.
sitoplasmanya terdapat butir-butir Nissl yang mengandung RNA. Butir-butir Nissl ini berfungsi untuk mensintesis protein. Dendrit berfungsi untuk menyampaikan impuls (rangsangan) menuju badan sel. Sedangkan, neurit berfungsi menyampaikan informasi dari badan sel ke sel lainnya. Pertemuan antara neurit dengan dendrit disebut sinapsis. Di dalam neurit terdapat serabut-serabut halus yang disebut neurofibril. Neurofibril diselubungi oleh selaput mielin yang berfungsi melindungi dan memberi makan neurit. Pada tempat tertentu, terdapat penyempitan yang tidak
diselubungi selaput mielin, disebut nodus ranvier.
2.
Gerak Biasa dan Gerak Refleks
Gerak adalah suatu aktivitas tubuh karena adanya rangsangan oleh saraf. Gerak dibagi menjadi dua macam, yaitu gerak biasa dan gerak refleks. Gerak biasa adalah gerak yang dilakukan dengan kesadaran. Sedangkan, gerak
refleks dilakukan di luar kesadaran. Gerak refleks sangat dibutuhkan untuk menghindari bahaya. Berdasarkan letak neuron penghubung (neuron
konektor), gerak refleks dibagi menjadi dua macam, yaitu refleks otak dan refleks tulang belakang. Jika neuron konektornya terletak di otak disebut refleks otak. Contohnya, gerakan pupil mata yang menyempit dan melebar karena terkena rangsangan cahaya. Jika neuron konektornya terletak di sumsum tulang belakang disebut refleks sumsum tulang belakang. Contohnya, gerakan lutut yang tidak disengaja.
3. Sistem Saraf Pusat dan Saraf Tepi
Sistem saraf dibagi menjadi dua macam, yaitu sistem saraf pusat dan saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan, sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar (saraf kraniospinal) dan saraf tak sadar (saraf otonom).
Gerak adalah suatu aktivitas tubuh karena adanya rangsangan oleh saraf. Gerak dibagi menjadi dua macam, yaitu gerak biasa dan gerak refleks. Gerak biasa adalah gerak yang dilakukan dengan kesadaran. Sedangkan, gerak
refleks dilakukan di luar kesadaran. Gerak refleks sangat dibutuhkan untuk menghindari bahaya. Berdasarkan letak neuron penghubung (neuron
konektor), gerak refleks dibagi menjadi dua macam, yaitu refleks otak dan refleks tulang belakang. Jika neuron konektornya terletak di otak disebut refleks otak. Contohnya, gerakan pupil mata yang menyempit dan melebar karena terkena rangsangan cahaya. Jika neuron konektornya terletak di sumsum tulang belakang disebut refleks sumsum tulang belakang. Contohnya, gerakan lutut yang tidak disengaja.
3. Sistem Saraf Pusat dan Saraf Tepi
Sistem saraf dibagi menjadi dua macam, yaitu sistem saraf pusat dan saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan, sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar (saraf kraniospinal) dan saraf tak sadar (saraf otonom).
a.
Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat merupakan pusat pengaturan informasi. Seluruh aktivitas tubuh dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Otak dilindungi oleh tengkorak dan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas
tulang belakang. Otak dan sumsum tulang belakang dibungkus oleh
selaput meningia yang melindungi sistem saraf halus, membawa pembuluh darah, dan dengan mensekresi sejenis cairan yang disebut cairan serebrospinal, selaput meningia dapat memperkecil benturan dan guncangan. Meningia terdiri atas tiga lapisan, yaitu piamater, arachnoid, dan duramater.
1) Otak
Otak merupakan pusat saraf yang terletak di dalam rongga tengkorak. Otak manusia terdiri atas dua belahan, yaitu otak kiri dan kanan.
Sistem saraf pusat merupakan pusat pengaturan informasi. Seluruh aktivitas tubuh dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Otak dilindungi oleh tengkorak dan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas
tulang belakang. Otak dan sumsum tulang belakang dibungkus oleh
selaput meningia yang melindungi sistem saraf halus, membawa pembuluh darah, dan dengan mensekresi sejenis cairan yang disebut cairan serebrospinal, selaput meningia dapat memperkecil benturan dan guncangan. Meningia terdiri atas tiga lapisan, yaitu piamater, arachnoid, dan duramater.
1) Otak
Otak merupakan pusat saraf yang terletak di dalam rongga tengkorak. Otak manusia terdiri atas dua belahan, yaitu otak kiri dan kanan.
Otak
kiri mengendalikan tubuh bagian kanan. Sebaliknya, otak kanan mengendalikan
tubuh bagian kiri. Hal ini terjadi karena pindah silang pada jalur-jalur
spinal. Otak dibagi menjadi empat bagian, yaitu otak besar, otak tengah, otak
kecil, dan sumsum lanjutan.
a) Otak besar (cerebrum)
Otak besar pada manusia dewasa memiliki volume sekitar ± 1500 cm3. Permukaan otak berlipat-lipat sehingga dapat memuat jutaan neuron. Bagian luar otak berisi neuron sehingga berwarna kelabu (substansia grissea). Sedangkan, otak bagian dalam berisi neurit dan dendrit sehingga
berwarna putih (substansia alba). Otak besar merupakan pusat ingatan, kesadaran, kecerdasan, dan kemauan. Selain itu, otak besar juga merupakan sumber semua kegiatan yang manusia sadari. Otak besar terbagi menjadi empat bagian, yaitu:
1) bagian depan : pusat gerakan otot
2) bagian tengah : pusat perkembangan ingatan dan
kecerdasan
3) bagian samping : pusat pendengaran
4) bagian belakang : pusat penglihatan
a) Otak besar (cerebrum)
Otak besar pada manusia dewasa memiliki volume sekitar ± 1500 cm3. Permukaan otak berlipat-lipat sehingga dapat memuat jutaan neuron. Bagian luar otak berisi neuron sehingga berwarna kelabu (substansia grissea). Sedangkan, otak bagian dalam berisi neurit dan dendrit sehingga
berwarna putih (substansia alba). Otak besar merupakan pusat ingatan, kesadaran, kecerdasan, dan kemauan. Selain itu, otak besar juga merupakan sumber semua kegiatan yang manusia sadari. Otak besar terbagi menjadi empat bagian, yaitu:
1) bagian depan : pusat gerakan otot
2) bagian tengah : pusat perkembangan ingatan dan
kecerdasan
3) bagian samping : pusat pendengaran
4) bagian belakang : pusat penglihatan
b)
Otak tengah (mesensefalon)
Otak tengah merupakan bagian otak yang terletak di antara pons vasoli dan diensefalon. Otak tengah berhubungan dengan sistem penglihatan dan pendengaran. Di bagian depan dari otak tengah terdapat:
1) Talamus, yaitu bagian yang menjalankan pemisahan pertama impuls yang tiba dan mengarahkan impuls ke bagian cerebrum yang berbeda, serta mengarahkan sebagian dari impuls ke sumsum tulang belakang.
2) Hipotalamus, yaitu bagian yang mengatur suhu tubuh, selera makan, dan keseimbangan cairan tubuh.
Otak tengah merupakan bagian otak yang terletak di antara pons vasoli dan diensefalon. Otak tengah berhubungan dengan sistem penglihatan dan pendengaran. Di bagian depan dari otak tengah terdapat:
1) Talamus, yaitu bagian yang menjalankan pemisahan pertama impuls yang tiba dan mengarahkan impuls ke bagian cerebrum yang berbeda, serta mengarahkan sebagian dari impuls ke sumsum tulang belakang.
2) Hipotalamus, yaitu bagian yang mengatur suhu tubuh, selera makan, dan keseimbangan cairan tubuh.
c) Otak kecil (cerebelum)
Otak kecil terletak di bawah otak besar, di dalam rongga tengkorak bagian belakang. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur keseimbangan tubuh, posisi tubuh, dan gerakan otot yang disadari. Bagian kiri dan bagian kanan otak kecil dihubungkan oleh suatu penghubung yang disebut jembatan varol, seperti otak besar. Bagian luar otak kecil (korteks) berwarna kelabu dan bagian dalam (medula) berwarna putih.
d) Sumsum lanjutan (medula oblongata)
Sumsum lanjutan terdapat di muka otak kecil dan di bawah otak besar, dan merupakan perpanjangan dari sumsum tulang belakang. Bagian dalamnya berisi neuron sehingga berwarna kelabu. Sedangkan, bagian luarnya berwarna putih karena berisi neurit dan dendrit. Fungsi sumsum lanjutan adalah sebagai pengatur pernapasan, gerakan jantung, dan gerak alat pencernaan
2)
Sumsum tulang belakang (medula spinalis)
Sumsum tulang belakang dilindungi atau berada di dalam ruas-ruas tulang belakang. Bagian luarnya berwarna putih dan bagian dalam berwarna kelabu. Sumsum tulang belakang terletak memanjang dari ruas-ruas leher sampai ruas pinggang yang kedua. Selaput otak juga menyelaputi sumsum tulang belakang.
Fungsi sumsum tulang belakang, yaitu:
a) Pusat perantara antara susunan saraf tepi dan otak.
b) Menghantarkan impuls menuju atau dari otak.
c) Mengatur gerak refleks tubuh.
Penampang melintang sumsum tulang belakang terlihat seperti gambar kupu-kupu dengan warna kelabu, berisi neuron. Rangsang disampaikan ke otot lewat serabut saraf sensorik. Sedangkan, tanggapan dari pusat ke efektor disampaikan lewat serabut saraf motorik. Serabut saraf
tersebut terdapat di sumsum tulang belakang.
b. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar. Sistem saraf sadar meliputi sistem saraf kepala (kranial). Sedangkan, sistem saraf tidak sadar dibagi menjadi dua macam, yaitu saraf simpatik dan parasimpatik.
1) Sistem saraf sadar
Sistem saraf sadar (kraniospinal) merupakan saraf yang mengatur gerakan yang dilakukan secara sadar. Sistem saraf sadar dibagi menjadi dua macam, yaitu kranial dan spinal. Sistem saraf kranial atau kepala disusun oleh 42 pasang saraf yang keluar dari otak. Saraf kranial berhubungan dengan reseptor dan efektor untuk daerah kepala. Sedangkan, saraf spinal disusun oleh 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang.
2) Sistem saraf tak sadar (saraf otonom)
Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua bagian, yaitu saraf simpatik dan parasimpatik yang memiliki susunan dan fungsi yang khas.
Sumsum tulang belakang dilindungi atau berada di dalam ruas-ruas tulang belakang. Bagian luarnya berwarna putih dan bagian dalam berwarna kelabu. Sumsum tulang belakang terletak memanjang dari ruas-ruas leher sampai ruas pinggang yang kedua. Selaput otak juga menyelaputi sumsum tulang belakang.
Fungsi sumsum tulang belakang, yaitu:
a) Pusat perantara antara susunan saraf tepi dan otak.
b) Menghantarkan impuls menuju atau dari otak.
c) Mengatur gerak refleks tubuh.
Penampang melintang sumsum tulang belakang terlihat seperti gambar kupu-kupu dengan warna kelabu, berisi neuron. Rangsang disampaikan ke otot lewat serabut saraf sensorik. Sedangkan, tanggapan dari pusat ke efektor disampaikan lewat serabut saraf motorik. Serabut saraf
tersebut terdapat di sumsum tulang belakang.
b. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar. Sistem saraf sadar meliputi sistem saraf kepala (kranial). Sedangkan, sistem saraf tidak sadar dibagi menjadi dua macam, yaitu saraf simpatik dan parasimpatik.
1) Sistem saraf sadar
Sistem saraf sadar (kraniospinal) merupakan saraf yang mengatur gerakan yang dilakukan secara sadar. Sistem saraf sadar dibagi menjadi dua macam, yaitu kranial dan spinal. Sistem saraf kranial atau kepala disusun oleh 42 pasang saraf yang keluar dari otak. Saraf kranial berhubungan dengan reseptor dan efektor untuk daerah kepala. Sedangkan, saraf spinal disusun oleh 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang.
2) Sistem saraf tak sadar (saraf otonom)
Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua bagian, yaitu saraf simpatik dan parasimpatik yang memiliki susunan dan fungsi yang khas.
a) Sistem saraf
simpatik
Sistem saraf simpatik terdiri atas serangkaian urat kembar berupa ganglion-ganglion yang tersebar di beberapa daerah, seperti daerah leher, daerah dada, daerah pinggang, dan daerah pelvis. Serabut saraf simpatik berfungsi untuk merangsang kerja otot jantung, otot-otot tak sadar semua pembuluh darah, dan semua alat-alat dalam, seperti lambung, pankreas,dan usus. Selain itu, merangsang serabut motorik sekretorik
pada kelenjar keringat dan mempertahankan tonus semua otot, termasuk tonus otot sadar.
b) Sistem saraf parasimpatik
Susunan saraf parasimpatik berupa jaringan susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion-ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi kebalikan dari saraf simpatik.
Sistem saraf simpatik terdiri atas serangkaian urat kembar berupa ganglion-ganglion yang tersebar di beberapa daerah, seperti daerah leher, daerah dada, daerah pinggang, dan daerah pelvis. Serabut saraf simpatik berfungsi untuk merangsang kerja otot jantung, otot-otot tak sadar semua pembuluh darah, dan semua alat-alat dalam, seperti lambung, pankreas,dan usus. Selain itu, merangsang serabut motorik sekretorik
pada kelenjar keringat dan mempertahankan tonus semua otot, termasuk tonus otot sadar.
b) Sistem saraf parasimpatik
Susunan saraf parasimpatik berupa jaringan susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion-ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi kebalikan dari saraf simpatik.
Dampak IPTEK dalam bidang komunikasi
MAKALAH DAMPAK IPTEK DALAM BIDANG KOMUNIKASI
BAB I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Di era
globalisasi ini kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari Ilmu pengetahuan
dan teknologi atau yang biasa kita sebut IPTEK, mulai dari hal yang kecil
sampai masalah yang paling vital semua tidak lepas dari IPTEK, kita senantiasa
membutuhkan sebuah sarana yang membantu dan memudahkan kita dalam melakukan
berbagai hal serta aktivitas kita sehari-hari salah satunya yaitu dengan IPTEK.
Sejak dulu
sebenarnya teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi.
Seseorang menggunakan teknologi karena manusia berakal. Dengan akalnya ia ingin
keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman dan lebih sejahtera.
Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya
untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Dimana upaya tersebut
merupakan cara atau jalan di dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan
harkat martabat manusia. Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia mengembangkan
IPTEK dalam rangka untuk mengolah SDA yang diberikan oleh Allah SWT. Dimana
dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan terhadap moral dan kemanusiaan yang
adil dan beradab, agar semua masyarakat mengenyam IPTEK secara merata. Begitu
juga diharapkan SDM nya bisa lebih baik lagi, apalagi banyak kemudahan yang
kita dapatkan
Pada satu
sisi, perkembangan dunia IPTEK telah membawa manfaat yang luar biasa bagi
kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya harus
dikerjakan dengan fisik manusia kini sudah dapat dikerjakan dengan alat-alat
tekhnologi. Ringkas kata kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang
benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan
kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa
kemajuan IPTEk juga dapat mendatangkan malapetaka bagi manusia. karena semakin
canggih perkembangan teknologi, telah membuat masyarakat menjadi malas yang
disebabkan oleh kemudahan-kemudahan yang ada tersebut. Dari latar belakang tersebut,
maka dalam makalah ini penulis ingin membahas tentang Peranan IPTEK dalam
berbagai bidang kehidupan, agar dapat lebih memahami bagaimana memanfaatkan
IPTEK dengan sebaik baiknya dan meminimalkan dampaknya.
B.
Rumusan Masalah
Adapun yang
menjadi rumusan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
- Bagaimana
pengaruh IPTEK terhadap kehidupan?
- Bagaiman
pengaruh IPTEK terhadap ketahanan pangan, tranportasi dan
komunikasi,industri, kesehatan manusia dan lingkungan?
C.
Tujuan
- Mengetahui
pengaruh IPTEK terhadap kehidupan
- Mengetahui
pengaruh IPTEK terhadap ketahanan pangan, tranportasi dan
komunikasi,industri, kesehatan manusia dan lingkungan.
BAB II
Pembahasan
Kehidupan
manusia tidak terlepas dari Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Terapannya
berupa teknologi dalam berbagai bidang. Ilmu pengetahuan merupakan
sesuatu yang dimiliki oleh setiap manusia yang hidup di dunia ini. Dari zaman
dahulu hingga sekarang manusia sudah memiliki akal pikiran untuk berfikir, bertahan
hidup, dan menciptakan sesuatu yang dapat memudahkan proses hidup manusia.
Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain
yang hidup di dunia ini. Manusia memiliki akal sehat dan pikiran sehingga dapat
dimanfaatkan untuk sesuatu yang berguna dan bermanfaat.
Misalnya
sejak dalam kandungan manusia mendapat perawatan secara medis melalui
pemeriksaan berkala di Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak atau puskesmas. Setelah
lahir mendapat vaksinasi untuk memperoleh kekebalan terhadap berbagai macam
penyakit, bila sakit mendapat pemeriksaan dokter dan memperoleh obat, dan
sebagainya. Ilmu kedokteran dan Ilmu farmasi (obat-obatan) adalah merupakan
cabang dari biologi sebagai ilmu terapan. Pakaian, jam tangan, ball point atau
pulpen yang kita pakai adalah hasil dari teknologi. Hingga saat ini
perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar
biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Pengembangan iptek dianggap sebagai
solusi dari permasalahan yang ada.
A.
Pengertian Iptek
Ilmu
pengetahuan (sains) adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh
melalui proses yang disebut metode ilmiah (scientific method). Sedangkan
pengertian Teknologi dapat kita lihat dari segi bahasa dan istilah. Dari segi
bahasa ,teknologi berasal dari bahasa Yunani yaitu techne,yang berarti
seni atau kerja tangan dan logos yang berarti wacana atau kata-kata
sistematis (teori). Dari segi istilah memiliki maksud ilmu pengetahuan dan
tindakan bersistem. Sehingga dapat disimpulkan yang dimaksud teknologi
pengetahuan dan ketrampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam
kehidupan manusia sehari-hari.
B.
Peranan Iptek Dalam Ketahanan Pangan
Pangan
adalah kebutuhan yang paling mendasar dari suatu bangsa. Banyak contoh negara
dengan sumber ekonomi cukup memadai tetapi mengalami kehancuran karena tidak
mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduknya. Jumlah penduduk Indonesia
yang saat ini mencapai 216 juta jiwa. Jumlah tersebut mengindikasikan besarnya
bahan pangan yang harus tersedia. Kebutuhan yang besar jika tidak diimbangi
peningkatan produksi pangan justru menghadapi masalah. Teknologi hanya akan
memberikan kontribusi jika ia digunakan dalam proses produksi barang/jasa untuk
meningkatkan kualitas hidup umat manusia, termasuk dalam upaya penyediaan
pangan yang cukup, bergizi, aman, dan sesuai selera konsumen serta terjangkau
secara fisik dan ekonomi bagi setiap individu sehingga ketahanan pangan dapat
dicapai.
Perkembangan
IPTEK dalam bidang pangan dimungkinkan karena adanya pendidikan, penelitian dan
pengembangan di bidang pertanian. Selain itu perkembangan IPTEK dalam bidang
pertanian akan berdampak positif dan negative, dampak tersebut antara lain:
Dampak yang
positif antara lain:
- Ditemukannya
bibit unggul dengan memanfaatkan sinar zat radioaktif yang dapat
mengadakan mutasi gen.
- Digunakannya
mekanisasi pertanian untuk memanen hasil produksi sehingga hasilnya lebih
besar dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia.
- Pemberantasan
hama dan membunuh kuman-kuman pembusuk menggunakan radiasi yang bersumber
dari tenaga nuklir.
Sedangkan
dampak negatifnya, antara lain: pemakaian pestisida, ternyata tidak saja dapat
memberantas hamatanaman, tetapi juga dapat membunuh hewan ternak, dapat
meracuni hasil panen dan bahkan dapat meracuni manusia itu sendiri.
C.
Peranan Iptek Dalam Transportasi Dan Komunikasi
1.
Komunikasi
Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi
informasi sangat mempengaruhi teknologi komunikasi. Teknologi informasi dan
komunikasi seakan-akan tidak dapat dipisahkan, sehingga lahirlah istilah TIK
(Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sangat populer sekarang ini.
Perpaduan keduanya semakin berkembang cepat dengan adanya media Internet.
Teknologi internet telah merubah cara orang berkomunikasi. Dari kemajuan dapat
kita rasakan dampak positifnya antara lain:
- Kita
akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru
di bumi bagian manapun melalui internet.
- Kita
dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya
dengan melalui handphone.
- Kita
mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah.
2. Transportasi
Sejak dahulu manusia telah mengenal transportasi atau
pengangkutan, mulai dengan cara pengangkutan sederhana dengan sistem
transportasi barang diatas kepala atau menjunjung atau menggunakan gerobak
barang yang ditarik dengan hewan. Oleh karena perkembangan tingkat peradaban
manusia, kebutuhan akan sarana transportasi juga meningkat sehingga bermunculan
penemuan-penemuan baru dibidang infra- dan supra struktur transportasi. Sebagai
contoh, Di Amerika terdapat bus yang berbahan bakar hidrogen. Tentunya ini
sangat ramah lingkungan. Bus ini sendiri nantinya dapat mengangkut 67 penumpang
dan menghasilkan suara mesin yang jauh lebih halus dibandingkan Metromini. Bus
ini dapat berjalan sejauh 250 mil (402 km) pada satu kali isi ulang (recharged)
atau bila dihitung biaya “BBM” yang dikeluarkan, bus ini lebih hemat 2 kali
lipat dibandingkan dengan mesin bus diesel. Sebagai tenaga cadangan, bus ini
juga bisa diisi ulang melalui sumber listrik langsung yang hanya butuh waktu 6
menit saja.Dengan diterapkan ilmu pengetahuan alam dan teknologi modern, orang
dapat membuat sarana transportasi, misalnya sepeda motor, mobil, bus, kereta
api, kapal laut, pesawat terbang. Sarana transportasi tersebut sangat efektif
dan efisien daripada memakai alat transportasi pada zaman dahulu, misalnya
kuda, kereta kuda atau kapal layar. Namun, dampak negatif yang timbul dari
kemajuan transportasi, antara lain: timbulnya pencemaran suara
(kebisingan) dan pencemaran udara. Berkurangnya lahan pertanian yang produktif
karena dipakai lahan jasa transportasi
D.
Peranan Iptek Dalam Kemajuan Industri
Manusia
tidak dapat dipisahkan dari teknologi; teknologi terkandung didalam dirinya dan
didalam cara-cara hidupnya dalam masyarakat. Sebaliknya teknologi tidak dapat
terlepas dari manusia, teknologi itu hanya ada karena diciptakan oleh manusia.
Kemampuan berpikir manusia yang sistimatis, analitis, mendalam dan berjangka
panjang menghasilkan ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan melahirkan teknologi,
yaitu cara-cara berdasar ilmu untuk menghasilkan barang atau jasa. Manusia
memanfaatkan teknologi untuk menyempurnakan proses-proses nilai tambah yaitu
proses-proses merubah bahan mentah dan barang-barang setengah jadi menjadi
barang-barang jadi yang memiliki nilai yang lebih tinggi. Teknologi penting
karena merupakan penggerak utama proses nilai tambah tersebut. Sedangkan proses
nilai tambah itu sendiri merupakan proses kompleks yang berjalan terus menerus
dan hanya dapat dikatakan berhasil jika pemanfaatan mesin-mesin, ketrampilan
manusia, dan material sepenuhnya dapat diintegrasi oleh teknologi sehingga
menghasilkan produk barang dan jasa yang bernilai lebih tinggi dari nilai
material dan masukkan lainnya. Karena sifat integratif inilah maka dalam suatu
proses ekonomi apapun juga, teknologi merupakan unsur yang paling menentukan
dalam proses nilai tambah. Semakin effisien dan produktif proses-proses nilai
tambah, semakin meningkat taraf hidup masyarakatnya. Taraf hidup manusia yang
meningkat melahirkan cara-cara berpikir, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang lebih
maju lagi. Dan demikian seterusnya.
Dalam bidang
industri iptek berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita
rasakan manfaat positifnya antara lain:
- Pertumbuhan
ekonomi yang semakin tinggi.
- Terjadinya
industrialisasi.
- Produktifitas
dunia industri semakin meningkat.
Kemajuan
iptek akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek
teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi
yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan
produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di
dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan
segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual
melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan
secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting
konsumen tidak perlu pergi ke toko.
- Persaingan
dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill
dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan
ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi
tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga
kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya,
pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga
kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai
dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
- Di
bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran
menjadi komoditi.
Meskipun
demikian ada pula dampak negatifnya antara lain:
- Terjadinya
pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang
sesuai dengan yang dibutuhkan.
- Sifat
konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan
juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan:
konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.
E.
Peranan Iptek Dalam Kesehatan Manusia
Teknologi
Informasi dan Komunikasi ( TIK ) akan berperan besar dalam meningkatkan
layanan kesehatan warga dunia. Akselerasi penggunaan TIK dalam dunia
kesehatan semakin meningkat dan mudah. Adapun manfaat teknologi dalam bidang
kesehatan, diantaranya: Mempermudah Dokter dan Perawat dalam memonitor
kesehatan pasien monitor detak jantung pasien lewat monitor komputer, aliran
darah , memeriksa organ dalam pasien dengan sinar X. Sebagai contoh saat
perawatan Almarhum Mantan Presiden Soeharto di Rumah Sakit Pertamina Jakarta,
tahun 2008. Dengan teknologi modern bisa memonitor, bahkan menggantikan fungsi
organ dalam seperti Jantung, Paru-paru dan Ginjal. Itu merupakan teknologi
kesehatan yang digabungkan dengan teknologi Informasi dan Komputer. Namun dalam
penggunaan IPTek di bidang kesehatan juga akan memberikan dampak antara lain:
Dampak
positif:
- Meningkatkan
ilmu dan fasilitas di bidang kedokteran. Berkembangnya cabang-cabang ilmu
di bidang pengobatan dan penemuan alat kedokteran seperti mikroskop,
banyak membantu pemecahan masalah di bidang kedokteran.
- Meningkatkan
Teknologi Obat-obatan.
Dengan
ditemukannya teknologi material, orang dapat mengetahui susunan suatu zat,
sifat-sifatnya jumlah masing-masing bagian dari susunan suatu persenyawaan.
Dasar pemisahan suatu bersenyawa dari campurannya dan pembentukan senyawa baru
dari senyawa lain merupakan awal dari pembuatan teknologi di bidang
obat-obatan.
- Memberantas
Penyakit Menular.
Perkembangan
ilmu pengetahuan menyebabkan kberhasilan ilmu kedokteran dalam mengikuti
tingkah laku dinamika gelombang epidemic, sehingga mampu mengadakan usaha
pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
Dampak
negatif:
- Timbulnya
penyakit kanker yang dianggap berasal dari kemajuan IPTEK, yang sampai
saat ini masih belum ditemukan obatnya, melainkan upaya untuk mencegah
meluasnya bagian yang terserang.
- Timbulnya
penyakit asbestos yang diderita karyawan pabrik asbes, diduga disebabkan
banyaknya debu yang berterbangan dan mengandung oksida silicon.
- Timbulnya
penyakit karena kesibukan atau kekhawatiran ketika bekerja, seperti darah
tinggi, jantung, ginjal, liver dan lain-lain.
- Timbulnya
penyakit karena kesalahan gaya hidup, misalnya penyakit jantung,
hipertensi, stress dan AIDS.
F.
Peranan Iptek Dalam Lingkungan
Berkaitan
dengan lingkungan hidup sebagai bagian dari kehidupan manusia maka lingkungan
hidup tidak luput dari pengaruh perkembangan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi ( IPTEK ). IPTEK sangat berguna bagi kehidupan manusia dan lingkungan
sekitar. Mengapa dikatakan demikian? Karena dengan bantuan IPTEK, kita bisa
memecahkan permasalahan yang terjadi di lingkungan hidup. Namun pemanfaatan
IPTEK juga tidak mudah dilakukan, untuk itu perlu memperkenalkan IPTEK dari
sejak dini. IPTEK merupakan kekuatan utama peningkatan kesejahteraan yang
berkelanjutan dan peradaban suatu bangsa.
Salah satu
tujuan utama dari penggunaan teknologi dalam lingkungan hidup adalah untuk
mempermudah pengelolaan dan pemanfaatan dari lingkungan hidup. Kita ambil
contoh pada kasus kebakaran hutan, salah satu teknologi yang digunakan untuk
memadamkan api adalah penggunaan pesawat terbang untuk memadamkan api. Dan
IPTEK sendiri memiliki peranan penting. Peranan IPTEK terhadap lingkungan hidup
yaitu
- mengatasi
permasalahan kerusakan lingkungan
- member
kemudahan manusia dalam mengerjakan permasalahan yang terjadi
- menentukan
jenis IPTEK yang sesuai dalam mengatasi kasus-kasus lingkungan hidup
Salah satu
contoh kasus lingkungan hidup adalah Illegal Longging yaitu kegiatan penebangan
luar tanpa seijin pemerintah atau pengawas kehutanan. Illegal Longging
merupakan contoh kasus penebangan liar yang permasalahannya sangat berat di
Indonesia, bagaimana tidak? Permasalahan ini memang tidak ada henti-hentinya
diselesaikan pemerintah. Karena banyaknya orang yang ingin merusak lingkungannya
sendiri demi keserakahan sendiri. Dan dampak yang ditimbulkan pun besar,
seperti banjir bandang, longsor, kekurangan O2, dan kehidupan mahluk hidup
terbatas.
BAB III
Penutup
A.
Kesimpulan
Kemajuan
teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu
pengetahuan. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi
diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan
banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia.
Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang
dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini.
Namun manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi
mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia.
Perkembangan
teknologi yang sudah maju saat ini diharapkan dapat menjadikan manusia yang
lebih berkualitas dan bermanfaat dan dapat melestarikannya agar kita selalu
nyaman tinggal di bumi ini.
Janganlah
kita menyalah gunakan perkembangan teknologi karena ilmu-ilmu pengetahuan
teknologi merupakan salah satu karunia Allah SWT yang telah diberikan kepada
manusia agar dapat manfaatkan sebaik-baiknya dan dapat berguna untuk kita
semua.
Semakin maju
pengetahuan teknologi maka itu merupakan salah satu cerminan kemampuan
Intelektual manusia yang semakin memiliki nilai kualitas yang baik dan juga
berkembang.
Manusia akan
selalu mengembangkan teknologi yang sudah ada agar selalu dapat lebih berguna
dan semakin efisien. Karena manusia memiliki sifat yang tak pernah puas dengan
apa yang telah dia miliki. Sesuatu hal jika memiliki nilai positif maka pasti
dia akan memiliki nilai negatif pula tetapi nilai negatif tersebut harus kita
tekan seminimal mungkin agar sesuatu tersebut menjadi lebih bermanfaat.
B.
Saran
Untuk
mencegah atau mengurangi akibat negatif kemajuan teknologi, maka saya berharap
bahwa pemerintah di suatu negara harus membuat peraturan-peraturan atau melalui
suatu konvensi internasional yang harus dipatuhi oleh pengguna teknologi.Untuk
mencegah atau mengurangi akibat negatif kemajuan teknologi, maka saya berharap
bahwa pemerintah di suatu negara harus membuat peraturan-peraturan atau melalui
suatu konvensi internasional yang harus dipatuhi oleh pengguna teknologi.Sebaiknya
umat manusia tidak hanya mendalami pengetahuannya tentang sains dan teknologi
saja, tetapi juga harus mendalami nilai-nilai religius, keagamaan untuk
menetralisir pengaruh buruk dari sains, teknologi, dan seni untuk mendapatkan
kesejahteraan hidup yang lebih baik lagi.
Daftar Pustaka
Ibnu Mas’ud,
Drs, H. 2009. IAD (Ilmu Alamiah Dasar). Bandung: Pustaka Setia
Mawardi, Drs
– Ir. Nur Hidayati. 2009. IAD-ISD-IBD. Bandung: Pustaka Setia
Maskoeri
Jasin, Drs. 2010. ILMU ALAMIAH DASAR. Jakarta: Rajawali Pers
Alisyahbana,
Iskandar. 1980. Teknologi dan perkembangan. Jakarta : Yayasan Idayu
Amiruddin,
Dampak Kemajuan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (IPTEK) Terhadap Kehidupan
Manusia Dan Sistem Pendidikan
http://www.e-dukasi.net/karyaanda/viewkarya.php?kid=16
http://lenijuwita.wordpress.com/2007/03/10/
potensi-teknologi-informasi-dan-komunikasi : Teknologi Informasi dan Komunikasi
Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup
A.
Pengertian Kelangsungan Hidup
Kita
ketahui bahwa tidak ada makhluk hidup di muka bumi ini yang mampu bertahan
hidup tanpa mengalami kematian, karena setiap makhluk hidup memiliki waktu
kehidupan atau umur yang terbatas. Misalnya umur pohon kelapa jauh lebih lama
daripada umur pohon jagung. Bagaimanapun sempurnanya perawatan suatu tanaman,
jika tanaman tersebut telah mencapai batas usia maksimal maka akan mati. Pada
pohon pisang, setelah berbuah bisa dipastikan akan segera mati. Namun, jika
kamu amati dengan seksama, sebelum berbuah dan akhirnya mati, pohon pisang
tersebut menumbuhkan tunas baru pada bagian bonggolnya. Tumbuhnya tunas
tersebut mengakibatkan tanaman pisang tetap terjaga kelangsungan hidupnya,
meskipun induk pohon pisang telah mati. Pertumbuhan pohon pisang silih berganti
secara alamiah. Hal tersebut tentunya juga terjadi pada makhluk hidup lain
termasuk hewan dan manusia.
Setiap
makhluk hidup telah dibekali oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dengan kemampuan untuk
mempertahankan hidupnya dan menjaga keturunannya supaya tetap lestari. Tetapi,
karena keserakahan makhluk hidup yang lebih tinggi tingkatnya dan
ketidakpedulian manusia akan kelestarian lingkungan hidup telah merusak
ekosistem yang baik. Telah
menjadi
hukum alam bahwa makhluk yang lemah akan dimangsa oleh makhluk yang lebih kuat,
atau yang kita kenal dengan hukum rimba.
Setiap
jenis makhluk hidup dapat lestari jenisnya sampai saat ini karena berasal dari
makhluk hidup sebelumnya yang sejenis dapat bereproduksi dan berdaptasi dengan
lingkungan. Jika makhluk yang hidup pada zaman dulu tidak mampu bertahan dalam
kelangsungan hidupnya, maka jenis makhluk hidup itu akan punah seperti
dinosaurus. Kelangsungan hidup organisme dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi
terhadap lingkungan, seleksi alam, dan perkembangbiakan.
B.
Adaptasi
1. Pengertian
Adaptasi
adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan
hidupnya. Ada beberapa cara penyesuaian diri yang dapat dilakukan, yaitu dengan
cara penyesuaian bentuk organ tubuh, penyesuaian kerja organ tubuh, dan tingkah
laku dalam menanggapi perubahan lingkungan. Dari pengertian adaptasi tersebut,
ada tiga macam bentuk adaptasi, yaitu:
a.
adaptasi fisiologi
b.
adaptasi tingkah laku,
c.
adaptasi morfologi.
Adaptasi
terlihat dari adanya perubahan bentuk luar atau dalam suatu makhluk hidup
sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan tempat hidupnya. Perubahan ini
bersifat tetap dan khas untuk setiap jenis sehingga bisa diwariskan kepada
keturunannya.
2. Jenis-jenis Adaptasi
a. Adaptasi fisiologi
Adaptasi
fisiologi adalah penyesuaian diri makhluk hidup melalui fungsi kerja
organ-organ tubuh supaya bisa bertahan hidup. Adaptasi ini berlangsung di dalam
tubuh sehingga sulit untuk diamati.
Ikan
air laut menghasilkan urine yang lebih pekat dibandingkan dengan ikan sungai.
Ikan air laut menghasilkan urine lebih pekat dibandingkan dengan ikan sungai.
Hal ini dikarenakan kadar garam air laut
lebih
tinggi dari pada kadar garam air tawar. Tingginya kadar garam menyebabkan ikan
kekurangan air sehingga ikan harus banyak minum. Akibatnya, kadar garam dalam
darahnya menjadi tinggi sehingga untuk mengurangi kepekatan cairan dalam
tubuhnya, ikan mengeluarkan urine yang pekat.
Kekebalan
serangga terhadap insektisida akan meningkat (menjadi kebal) karena penggunaan
insektisida secara terusmenerus.
Hewan-hewan
herbivor beradaptasi terhadap makanan secara fisiologis. Sapi, kambing, kerbau,
dan domba merupakan hewan herbivor yang dapat mencerna zat makanan di dalam
lambung. Rayap dan Teredo navalis yang hidup di kayu galangan kapal dapat
mencerna kayu dengan
bantuan
enzim selulose.
Selain
hewan, manusia dan tumbuhan dapat beradaptasi dengan lingkungannya secara
fisiologi. Tubuh manusia mampu menambah jumlah sel darahmerah apabila berada di
pegunungan yang lebih tinggi. Hal tersebut dapat mengikat oksigen lebih banyak
untuk mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh.
Mata
manusia dapat menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang diterimanya. Ketika di
tempat gelap, maka pupil kita akan membuka lebar. Sebaliknya di tempat yang
terang, pupil kita akan menyempit. Melebar atau menyempitnya pupil mata adalah
upaya untuk mengatur intensitas cahaya.
Jumlah
sel darah merah orang yang hidup di daerah pantai lebih sedikit dibandingkan
orang yang tinggal di daerah pegunungan. Hal ini disebabkan karena tekanan
parsial oksigen di daerah pantai lebih besar dibandingkan daerah pegunungan.
Jika tekanan parsial oksigen rendah, maka dibutuhkan lebih banyak sel darah
merah untuk mengikat oksigen. Tekanan parsial oksigen adalah perbandingan kadar
oksigen di udara dibandingkan dengan kadar gas lain di udara.
Bau
yang khas pada bunga dapat mengundang datangnya serangga untuk membantu
penyerbukan. Bunga jenis ini menghasilkan madu atau nectar, dan serbuk sarinya
mudah melekat. Akar dan daun pada tumbuhan tertentu dapat menghasilkan zat kimia
yang berbau khas yang dapat menghambat tumbuhan lain di dekatnya. Contoh di
atas termasuk dalam adaptasi fisiologi.
b. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi
tingkah laku adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan mengubah
tingkah laku supaya dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Adaptasi
tingkah laku dapat berupa hasil belajar maupun insting/naluri sejak lahir.
Terdapat dua macam tingkah laku, yaitu sebagai berikut.
1)
Tingkah laku sosial, untuk hewan yang hidup berkelompok.
2)
Tingkah laku untuk perlindungan. Contohnya babi hutan akan menggali lubang
persembunyian dengan kukunya ketika melihat singa, trenggiling akan menggulung
tubuhnya bila bertemu musuh. Contoh lain adalah kamuflase, misalnya pada
bunglon dan gurita.
Mimikri
Bunglon
Mimikri
adalah kemampuan untuk meniru bentuk, suara, dan tingkah laku seperti hewan
lain sehingga akan dikira predator atau hewan yang beracun atau berbahaya.
Migrasi juga merupakan bentuk adaptasi tingkah laku dengan cara bergerak dari
satu kawasan ke kawasan lain dan kemudian kembali lagi. Hewan bermigrasi dengan
berbagai alasan antara lain memperoleh iklim yang baik, makanan yang cukup,
tempat yang lebih aman, dan kepentingan perkembangbiakan.
Hewan
yang hidup di daerah kutub atau daerah yang mengalami pergantian empat musim
yang perbedaan suhunya ekstrim, biasanya melakukan hibernasi. Hibernasi adalah
tidur dalam jangka waktu yang lama ketika suhu lingkungan rendah. Aktivitas
tubuh seperti denyut jantung dan napas sangat pelan sehingga hanya memerlukan
energi/makanan yang sedikit. Contohnya kelelawar, ular, dan beruang kutub.
Selama hibernasi hewan menggunakan lemak dalam tubuh sebagai sumber energi.
Kucing
mengincar mangsanya dengan cara mendekam. Ketika mangsa mendekat dan lengah,
maka kucing akan meloncat dan menerkam mangsanya. Tingkah laku demikian untuk
menghemat energi. Lain halnya dengan cicak. Cicak akan memutuskan ekornya pada
saat berada
dalam
ancaman. Paus naik ke permukaan air ketika akan mengambil oksigen untuk
pernapasannya. Hewan rayap itu buta, untuk menemukan jalan dia membuat
terowongan dari tanah yang dapat menuntunnya menuju ke tempat makanan atau
sarangannya.
c. Adaptasi Morfologi
Adaptasi
morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh
yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidupnya. Adaptasi ini sangat
mudah dikenali dan mudah diamati karena tampak dari luar.
Meskipun
hewan dapat bergerak bebas, hewan juga melakukan beragam adaptasi morfologi
untuk menyesuaikan dengan tempat hidup dan jenis makanannya. Adaptasi morfologi
berupa penyesuaian tubuh hewan seperti ukuran dan bentuk gigi, penutup tubuh,
dan alat gerak hewan. Gigi disesuaikan dengan jenis makanannya, sehingga gigi
hewan pemakan daging berbeda dengan hewan pemakan tumbuhan. Penutup tubuh
seperti rambut, duri, sisik, dan bulu yang tumbuh dari kulit disesuaikan dengan
kondisi lingkungannya sehingga dapat membantu hewan untuk tetap bertahan hidup.
Contoh yang lain adalah variasi tulang belakang dan sirip pada ikan pari
disebabkan perbedaan suhu saat pertumbuhannya, jenis kelamin kura-kura ditentukan
oleh variasi temperatur saat inkubasi (pengeraman), serta bentuk paruh dan kaki
burung bervariasi sesuai dengan jenis makanan dan habitatnya.
Variasi
Bentuk Paruh Burung
Variasi
Bentuk Kaki Burung
Burung
kolibri memiliki paruh panjang dan runcing. Paruh ini digunakan untuk menghisap
madu. Serangga juga beradaptasi dengan lingkungan melalui bentuk organ
tubuhnya. Organ tubuh jangkrik dan belalang yang digunakan untuk
beradaptasi adalah mulut. Mulut kedua hewan tersebut mempunyai rahang bawah dan
atas yang kuat.
Selain
hewan, tumbuhan juga beradaptasi dengan lingkungannya melalui bentuk tubuhnya,
yaitu:
1)
Tumbuhan Xerofit
Tumbuhan
xerofit memiliki struktur fisik yang sesuai untuk bertahan hidup pada suhu yang
ekstrim panas dan kekurangan air. Contohnya adalah kaktus dan sukulen. Kaktus
dapat bertahan hidup dalam kondisi kering.
Bentuk
adaptasinya yaitu daun tidak berbentuk lembaran sebagaimana tumbuhan lainnya,
tetapi mengalami modifikasi menjadi duri atau sisik. Kaktus mampu menyimpan air
pada batangnya. Seluruh permukaannya dilapisi oleh lilin untuk mengurangi
penguapan. Sistem perakarannya panjang untuk mencapai tempat yang jauh yang
mengandung air.
2)
Tumbuhan Hidrofit
Tumbuhan
hidrofit adalah tumbuhan yang hidup di air. Adaptasi morfologi yang dilakukan
antara lain memiliki rongga udara di antara sel-sel tubuhnya sehingga dapat
mengapung. Daunnya lebar dan stomata terletak di permukaan atas. Contoh
tumbuhan hidrofit adalah kangkung, eceng gondok, dan teratai.
3)
Tumbuhan Higrofit
Tumbuhan
higrofit adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab dan basah. Adaptasinya
yaitu mempunyai daun yang tipis dan lebar.
C.
Seleksi Alam
Dalam
kehidupan sehari-hari, seleksi berarti pemilihan, dan alam
berarti
segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk hidup. Jadi, seleksi alam adalah
pemilihan makhluk hidup yang dapat hidup terus dan tidak dapat hidup terus yang
dilakukan oleh lingkungan sekitar dan terjadi secara alamiah. Bisa juga
diartikan sebagai musnahnya beberapa makhluk hidup karena tidak dapat
menyesuaikan diri.
1. Faktor penyeleksi alam
Seleksi
alam ditentukan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai
berikut.
a. Suhu lingkungan
Di
daerah dingin dijumpai hewan-hewan mamalia yang
berbulu
tebal, sedangkan di daerah tropis hewan mamalianya berbulu tipis. Dalam hal
ini, yang menjadi faktor penyeleksi adalah suhu lingkungan. Karena hewan
mamalia yang berbulu tipis umumnya tidak akan bisa menyesuaikan diri pada
lingkungan yang bersuhu sangat rendah sehingga hewan tersebut akan tereliminasi
dan punah. Beruang kutub berbulu tebal untuk membuatnya tetap hangat. Selain
bulunya, beruang kutub juga mempunyai lapisan lemak yang digunakan untuk
menghangatkan
tubuhnya.
b. Makanan
Setiap
makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan adalah kebutuhan primer makhluk
hidup. Makanan akan menjadi faktor penyeleksi jika terjadi perebutan makanan.
Makhluk hidup yang kuat dan mempertahankan makanannya akan dapat berlangsung
hidup, sebaliknya hewan yang lemah dan tidak mampu bersaing dalam perebutan
makanan akan tereliminasi dan punah.
c. Cahaya matahari
Faktor
matahari berhubungan dengan penyeleksian tumbuhan tingkat tinggi yang
berklorofil. Karena tumbuhan menggunakan cahaya matahari untuk pembentukan
makanan.
2. Kepunahan makhluk hidup
Berdasarkan
temuan fosil-fosil, dapat diketahui bahwa banyak jenis makhluk hidup yang hidup
pada jaman dahulu tidak ditemukan lagi sekarang. Tetapi ada juga yang masih
hidup sampai sekarang yaitu capung. Capung adalah hewan yang hidup pada jaman
karbon sampai sekarang. Hewan lain yang hampir mirip dengan hewan yang telah
punah adalah kadal dan komodo. Ketiga hewan tersebut adalah hewan yangtergolong
dalam fosil hidup.
Dinosaurus
merupakan contoh hewan yang telah punah. Para ilmuan berpendapat bahwa yang
menyebabkan kepunahan hewan ini adalah perubahan iklim. Iklim yang terganggu
akan menyebabkan kematian banyak jenis tumbuhan sehingga dinosaurus herbivor
tidak bisa mendapatkan makanan. Sedangkan Dinosaurus karnivor dapat bertahan
hidup untuk sementara. Tetapi dengan berjalannya waktu, hewan karnivorpun mati.
Saat
ini, tingkah laku manusia banyak mempengaruhi proses seleksi alam. Perburuan
liar, penangkapan, perusakan habitat, pencemaran lingkungan dapat mempercepat
laju seleksi yang tidak alami. Akibat rusaknya habitat, banyak hewan liar yang
harus bermigrasi ke daerah yang kurang sesuai dengan lingkungan alaminya.
Mereka harus berjalan berkilo-kilometer untuk memperoleh makanan yang cukup.
Di
Indonesia, terdapat banyak tumbuhan dan hewan yang hampir punah. Contohnya
adalah harimau jawa, badak bercula satu, badak bercula dua, dan burung jalak
bali. Hewan yang hampir punah tersebut disebabkan karena kerusakan habitat oleh
manusia, perburuan liar, kemampuan adaptasinya rendah, serta tingkat reproduksi
yang rendah.
D.
Perkembangbiakan Makhluk Hidup
Perkembangbiakan
makhluk hidup dapat dipergunakan untuk melangsungkan kehidupan. Karena bila
tanpa perkembangbiakan, maka makhluk hidup akan punah. Misalkan pada suatu
perkebunan terdapat populasi belalang yang terkena radiasi, sehingga belalang
jantan menjadi mandul dan tidak dapat melakukan perkawinan dengan belalang
betina. Ketidakmampuan belalang untuk berkembang biak akan menyebabkan belalang
di perkebunan tersebut punah. Jadi, belalang tersebut tidak dapat menjaga
kelestarian jenisnya karena tidak mampu berkembang biak.
Makhluk
hidup ada yang mempunyai daya berkembang biak tinggi dan rendah. Makhluk hidup
yang mempunyai daya berkembang biak tinggi akan mudah menjaga kelestarian
hidupnya. Misalnya tikus, kucing, ilalang, dan enceng gondok.
Makhluk
hidup yang mempunyai daya berkembang biak rendah sangat sulit menjaga
kelangsungan dan kelestarian jenisnya. Misalnya gajah, hanya beranak sekali dalam
dua tahun dan setiap kali beranak hanya seekor. Demikian pula badak, komodo,
kancil, burung merak, jerapah, harimau, dan ikan paus biru yang hanya
menghasilkan dua anak dalam waktu 10 tahun. Hewan yang memiliki daya berkembang
biak rendah merupakan hewan-hewan yang terancam kelestariannya.
Selain
hewan, tumbuhan juga dilindungi oleh negara karena kelangkaan dan daya
berkembang biaknya rendah. Misalnya tumbuhan yang dilindungi oleh negara
adalah bunga bangkai (Refflesia Arnoldi), anggrek bulan Ambon, kemang, kepuh,
kayu ulin Kalimantan, kemenyan, dan gaharu dilindungi oleh negara


